Total Tayangan Halaman

Senin, 22 Agustus 2022

"Hai mas, aku mau ucapin terimakasih sudah memilih untuk datang dan ngebuat keputusan besar diakhir tahun kemarin. Nggak ada yg namanya sebuah kebetulan, menurutku kita berada sampai pada hubungan ini itu adalah karena “keputusan” yg kita pilih sendiri. Banyak hal yg sedang kita pelajari untuk mengerti akan pribadi masing-masing, banyak juga kurangku dan kurangmu yg kita berdua saling mentolenransi. Kita saling bertumbuh untuk menjadi “satu”. Semoga Tuhan pun setuju dan mempercepat waktu. Mas, ada hal yg mungkin nggak bisa aku tuturkan secara langsung kepadamu. Tapi sungguh ketika diam-diam aku memperhatikanmu, aku seperti melihat “rumah”. Rumah yg sederhana, disebuah perkampungan yg asri, dengan suara burung yg merdu, dimalam hari yg dingin anehnya didalam rumah terasa hangat. Nyaman yg kau suguhkan kini menjadi candu bagiku, menjadikan aku egois untuk melebeli dirimu adalah milik ku selamanya. Mas, janji tak kan kemana-mana yah. Kadang aku sulit untuk dimengerti ya? Kadang kamu menerka-nerka apa yg ada di dalam kepala aku kan? Banyak hal yg aku takuti, terkadang aku sendiri tak mengerti. Kamu tempat aku bertumpu, hanya kamu yg mengerti gelombang kepala ini. Mas, aku nggak akan pernah bosen untuk bilang “aku bangga punya kamu”. Banyak mimpi yg harus kita gapai berdua, terlalu sulit kalau digapai sendirian, maka dari itu aku butuh kamu untuk menyeimbangi ku. Mas, selalu genggam tangan aku yah. Jangan dilepasin, jangan juga digenggam terlalu erat. Aku nggak mau hilang. Mas, saat dalam pelukanmu hal terfavoritku adalah mendengarkan degup jantungmu, mendengarnya berdegup membuatku merasa lega. Maka dari itu kamu harus tetap sehat dan berumur panjang. Mas, aku paling suka saat kamu menatapku sambil mengusap kepala atau membelai pipiku. Aku merasa menjadi wanita yg paling disayang, menjadi satu-satunya yg kamu miliki. Aku tidak mau hal ini dibagi ke siapapun, cuma untuk ku seorang."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar